Dikutip dari Be Love Now oleh Ram Dass, Rameshwar Das
Bayangkan merasakan cinta yang lebih besar dari seseorang daripada yang pernah Anda kenal. Anda dicintai bahkan lebih dari ibu Anda mencintai Anda saat Anda masih bayi, lebih dari ayah Anda, anak Anda, atau kekasih terdekat Anda—siapa pun. Kekasih ini tidak membutuhkan apa pun dari Anda, tidak mencari kepuasan pribadi, dan hanya menginginkan kepuasan Anda sepenuhnya.
Kamu dicintai apa adanya, apa adanya. Kamu tak perlu melakukan apa pun untuk mendapatkannya. Kekuranganmu, rendahnya harga diri, kesempurnaan fisik, atau kesuksesan sosial dan ekonomimu—tak ada yang penting. Tak seorang pun bisa merebut cinta ini darimu, dan cinta itu akan selalu ada.
Bayangkan berada dalam cinta ini bagaikan bersantai tanpa henti di dalam bak mandi air hangat yang mengelilingi dan mendukung setiap gerakanmu, sehingga setiap pikiran dan perasaanmu meresapinya. Kau merasa seolah-olah larut dalam cinta.
Cinta ini sebenarnya bagian dari dirimu; ia selalu mengalir melalui dirimu. Ia seperti tekstur subatomik alam semesta, materi gelap yang menghubungkan segalanya. Ketika kamu selaras dengan aliran itu, kamu akan merasakannya di dalam hatimu sendiri—bukan hati fisik atau hati emosionalmu, melainkan hati spiritualmu, tempat yang kamu tunjuk di dadamu ketika kamu berkata, "Aku ada."
Inilah hatimu yang terdalam, hatimu yang intuitif. Di sinilah pikiran yang lebih tinggi, kesadaran murni, emosi yang lebih halus, dan identitas jiwamu bersatu, dan kau terhubung dengan alam semesta, tempat kehadiran dan cinta berada.
Cinta tanpa syarat sungguh ada dalam diri kita masing-masing. Cinta itu bagian dari lubuk hati kita yang terdalam. Cinta itu bukan sekadar emosi aktif, melainkan sebuah kondisi keberadaan. Cinta itu bukan "Aku mencintaimu" karena alasan ini atau itu, bukan "Aku mencintaimu jika kau mencintaiku." Cinta itu tanpa alasan, cinta tanpa objek. Cinta itu hanya duduk dalam cinta, cinta yang menyatu dengan kursi dan ruangan, dan meresapi segala sesuatu di sekitarnya. Pikiran yang berpikir padam dalam cinta.
Jika aku memasuki tempat cinta dalam diriku dan kau memasuki tempat cinta dalam dirimu, kita bersama dalam cinta. Maka kau dan aku benar-benar jatuh cinta, keadaan cinta. Itulah pintu masuk menuju Kesatuan.
COMMUNITY REFLECTIONS
SHARE YOUR REFLECTION
5 PAST RESPONSES
This is the truth. Thank you.
Infinite gratitude Ram Dass for your wisdom. Your being flow in love. Rest in peace!
Oh the beauty and wisdom of Ram Dass. We're just walking each other home. <3
"This spreading radiance of a true human being has great importance. Look carefully around and recognize the luminosity of souls. Sit beside those who draw you to that." ~ Rumi
Thank you excellent brother Ram Dass Richard Alpert for the gift of your luminous presence in the World and in my life. With gratitude, with appreciation, with love. ~ Bodhi
Rest in blessed peace Ram!