
Sutra Hati Alfabet datang kepadaku secara utuh, tiba bersama cahaya pagi. Aku mengikuti dorongan batin dan segera menuliskannya. Karena belum pernah menulis puisi atau doa dalam bentuk akrostik sebelumnya, aku cukup terkejut dengan struktur yang diambilnya. Setelah merenung, aku bertanya-tanya apakah mungkin kesan dari masa kecil, melafalkan doa dan petikan Ibrani akrostik, tersaring ke dalam Sutra Hati Alfabet pagi itu.
Dikatakan bahwa hakikat Sutra Hati, dan seluruh Sutra Kesempurnaan Kebijaksanaan yang sangat banyak yang menjadi bagiannya, terkandung dan diungkapkan dalam satu suku kata: Ah. Mengetahui hal ini, saya juga menyebut Sutra Hati Alfabet sebagai Sutra AH.
Saya telah hidup, bernapas, membaca, dan mencintai Sutra Hati dalam bentuk yang lebih tradisional selama bertahun-tahun. Saya mempersembahkan puisi doa ini dengan apresiasi penuh sukacita atas pernyataan kebenaran abadi yang tak kenal takut dan terus berkembang. Semoga puisi ini menginspirasi dan mencerahkan.
Sutra Hati Alfabet
Untuk Ibu Agung,
hadir dimana-mana,
tak ditemukan di mana pun, aku tunduk.
Untuk Ibu Agung,
dalam dirimu yang tak berujung, bercahaya,
kedok kosong, aku tunduk.
Untuk Ibu Agung,
hakikat hatiku, aku tunduk.
Ah
Tak terbatas
Penuh kasih
Dharmakaya,
Selalu Hadir
Tak berbentuk
Tanah.
Suci
Imanensi,
Menyenangkan
Kekerabatan,
Penuh kasih
Manifestasi
Nondual.
Biasa
Kehadiran
Mempercepat
Berseri,
Spontan,
Kebenaran,
Tak henti-hentinya.
Jelas
Kebijaksanaan
Ekspresi,
Belum
Nol.
Gerbang Gerbang Paragate Parasamgate Bodhi Soha
COMMUNITY REFLECTIONS
SHARE YOUR REFLECTION
2 PAST RESPONSES
Ah beautiful came directly effervescently fast garnering humanity into kind juxtaposition lowered moving nimbly onward pulsing quickly sliding traversing under very walls xcaping your zen (into my heart) <3
Beautiful - thank you! Gate Gate Paragate Parasamgate Bodhi Soha.