Back to Stories

Kesederhanaan Sukarela

"Pengelolaan" seperti apa yang sesuai dengan dunia kita yang sedang berkembang? Ketika kita mempertimbangkan kekuatan dahsyat yang mengubah dunia kita — perubahan iklim, puncak minyak, kekurangan air dan pangan, kepunahan spesies, dan banyak lagi — kita membutuhkan lebih dari sekadar perubahan kasar atau kosmetik dalam cara hidup kita. Jika kita ingin menjaga integritas Bumi sebagai sistem kehidupan, kita membutuhkan perubahan yang mendalam dan kreatif dalam keseluruhan tingkat dan pola hidup dan konsumsi kita. Kesederhanaan bukanlah gaya hidup alternatif bagi segelintir orang. Ini adalah pilihan kreatif bagi mayoritas masyarakat, terutama di negara-negara maju. Jika kita ingin bersatu sebagai komunitas manusia, akan sangat penting bagi orang-orang di negara-negara makmur untuk merangkul kesederhanaan yang mendalam dan canggih sebagai landasan bagi keberlanjutan. Kesederhanaan secara bersamaan merupakan pilihan pribadi, pilihan komunitas, pilihan nasional, dan pilihan spesies.

Seperti apakah kehidupan yang sederhana dan sadar itu? Tidak ada buku resep yang dapat kita baca dengan resep-resep mudah untuk kehidupan yang sederhana. Dunia sedang bergerak ke wilayah baru dan kita semua terus berinovasi. Selama lebih dari tiga puluh tahun saya telah mengeksplorasi ekspresi kontemporer dari kehidupan yang sederhana dan saya telah menemukan keragaman sedemikian rupa sehingga cara yang paling berguna dan akurat untuk menggambarkan pendekatan hidup ini mungkin adalah dengan metafora sebuah taman.

Taman Kesederhanaan

  Untuk menggambarkan kekayaan kesederhanaan, berikut adalah delapan jenis bunga berbeda yang saya lihat tumbuh di "taman kesederhanaan." Meskipun ada tumpang tindih di antara mereka, setiap ekspresi kesederhanaan tampak cukup berbeda untuk menjamin kategori yang terpisah. Ini disajikan tanpa urutan tertentu, karena semuanya penting.

1. Kesederhanaan yang Rapi :   Kesederhanaan berarti mengambil alih kehidupan yang terlalu sibuk, terlalu tertekan, dan terlalu terfragmentasi. Kesederhanaan berarti mengurangi kekacauan, komplikasi, dan gangguan sepele, baik material maupun nonmaterial, dan berfokus pada hal-hal penting — apa pun itu untuk setiap kehidupan kita yang unik. Seperti yang dikatakan Thoreau, "Hidup kita terbuang sia-sia oleh detail…. Sederhanakan, sederhanakan." Atau, seperti yang ditulis Plato, "Untuk mencari arahan sendiri, seseorang harus menyederhanakan mekanisme kehidupan sehari-hari yang biasa."

2. Kesederhanaan Ekologis: Kesederhanaan berarti memilih cara hidup yang lebih menyentuh Bumi dan mengurangi dampak ekologis kita pada jaringan kehidupan. Jalan hidup ini mengingat akar kita yang dalam dengan tanah, udara, dan air. Jalan hidup ini mendorong kita untuk terhubung dengan alam, musim, dan kosmos. Kesederhanaan ekologis merasakan penghormatan yang mendalam terhadap komunitas kehidupan di Bumi dan menerima bahwa alam nonmanusia seperti tumbuhan dan hewan juga memiliki martabat dan hak.

3. Kesederhanaan Keluarga: Kesederhanaan berarti mengutamakan kesejahteraan keluarga daripada materialisme dan perolehan barang-barang. Ungkapan hidup ramah lingkungan ini menekankan pemberian contoh teladan yang sehat kepada anak-anak, yang menjalani hidup seimbang dan tidak terdistorsi oleh konsumerisme. Kesederhanaan keluarga menegaskan bahwa hal terpenting dalam hidup sering kali tidak terlihat — kualitas dan integritas hubungan kita dengan satu sama lain. Kesederhanaan keluarga juga bersifat antargenerasi — ia melihat ke depan dan berupaya hidup dengan menahan diri agar dapat meninggalkan Bumi yang sehat bagi generasi mendatang.

4. Kesederhanaan yang Penuh Kasih Sayang: Kesederhanaan berarti merasakan rasa kekeluargaan yang kuat dengan orang lain sehingga, seperti yang dikatakan Gandhi, kita "memilih untuk hidup sederhana agar orang lain juga dapat hidup dengan sederhana." Kesederhanaan yang penuh kasih sayang berarti merasakan ikatan dengan komunitas kehidupan dan tertarik pada jalan kerja sama dan keadilan yang mengupayakan masa depan pembangunan yang saling terjamin bagi semua orang.

5. Kesederhanaan yang Penuh Jiwa: Kesederhanaan berarti menjalani hidup sebagai meditasi dan mengembangkan pengalaman hubungan langsung dengan semua yang ada. Dengan hidup sederhana, kita dapat lebih mudah menyadari alam semesta yang hidup yang mengelilingi dan menopang kita, dari waktu ke waktu. Kesederhanaan yang penuh jiwa lebih peduli dengan secara sadar merasakan hidup dalam kekayaannya yang tidak dihiasi daripada dengan standar atau cara hidup material tertentu. Dalam mengembangkan hubungan yang penuh jiwa dengan kehidupan, kita cenderung melihat melampaui penampilan permukaan dan membawa kehidupan batin kita ke dalam hubungan dalam berbagai bentuk.

6. Kesederhanaan Bisnis: Kesederhanaan berarti bahwa jenis ekonomi baru tengah tumbuh di dunia, dengan berbagai produk dan layanan yang sehat dan berkelanjutan (bahan bangunan rumah, sistem energi, produksi pangan, transportasi). Karena kebutuhan akan infrastruktur yang berkelanjutan di negara-negara berkembang dipadukan dengan kebutuhan untuk merenovasi dan mendesain ulang rumah, kota, tempat kerja, dan sistem transportasi di negara-negara maju, hal ini menghasilkan gelombang besar inovasi bisnis dan lapangan kerja yang ramah lingkungan.

7. Kesederhanaan Warga Negara: Kesederhanaan berarti bahwa hidup lebih ringan dan berkelanjutan di Bumi membutuhkan perubahan di setiap bidang kehidupan publik — mulai dari transportasi umum dan pendidikan hingga desain kota dan tempat kerja kita. Politik kesederhanaan juga merupakan politik media, karena media massa adalah kendaraan utama untuk memperkuat — atau mengubah — kesadaran massa akan konsumerisme. Untuk mewujudkan besarnya perubahan yang dibutuhkan dalam waktu yang singkat akan membutuhkan pendekatan baru untuk mengatur diri kita sendiri di setiap skala.

8. Kesederhanaan Hemat: Kesederhanaan berarti bahwa, dengan mengurangi pengeluaran yang tidak benar-benar bermanfaat bagi kehidupan kita, dan dengan mempraktikkan pengelolaan keuangan pribadi yang terampil, kita dapat mencapai kemandirian finansial yang lebih besar. Berhemat dan pengelolaan keuangan yang cermat menghasilkan kebebasan finansial yang lebih besar dan kesempatan untuk lebih sadar memilih jalan hidup kita. Hidup dengan lebih sedikit juga mengurangi dampak konsumsi kita terhadap Bumi dan membebaskan sumber daya bagi orang lain.

Seperti yang diilustrasikan oleh delapan pendekatan ini, budaya kesederhanaan yang berkembang mengandung taman ekspresi yang subur yang keanekaragamannya yang luar biasa — dan kesatuan yang saling terkait — menciptakan ekologi pembelajaran yang tangguh dan kuat tentang cara menjalani kehidupan yang lebih berkelanjutan dan bermakna. Seperti ekosistem lainnya, keanekaragaman ekspresilah yang menumbuhkan fleksibilitas, kemampuan beradaptasi, dan ketahanan. Karena ada begitu banyak jalur menuju taman kesederhanaan, gerakan yang mengorganisasikan diri ini memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh....

Pilihan untuk Kesederhanaan

Lingkaran itu telah tertutup. Bumi adalah satu sistem tunggal dan kita manusia telah melampaui kapasitas regeneratifnya. Sangat mendesak bagi kita untuk menciptakan cara hidup baru yang berkelanjutan. Tombak sejarah telah meletus dan saatnya untuk tindakan kreatif telah tiba. Dengan gaya hidup kesederhanaan yang sadar, kita dapat mencari kekayaan kita dalam keluarga dan persahabatan yang peduli, penghormatan terhadap alam, pekerjaan yang bermakna, permainan yang riang, kontribusi sosial, kolaborasi lintas generasi, komunitas lokal, dan seni kreatif. Dengan kesederhanaan yang sadar, kita dapat mencari kehidupan yang kaya dengan pengalaman, kepuasan, dan pembelajaran daripada yang penuh dengan barang-barang. Dengan bahan-bahan baru ini dalam kehidupan peradaban kita, kita dapat mendefinisikan ulang kemajuan, membangkitkan kesadaran sosial baru, dan membangun fondasi yang realistis untuk masa depan yang berkelanjutan dan menjanjikan.

Share this story:

COMMUNITY REFLECTIONS

1 PAST RESPONSES

User avatar
R.G.Acharya Oct 22, 2013

Way back in 1985 Sri Sathya Sai advocated "Ceiling on desires".In order to achieve this He suggested to make a habit of misusing and over using of four items used in daaily life,namely,FOOD,MONEY,TIME and ENERGY.Once this is done automatically one can master over the desires arising in the mind and lead a happy and contended life.