9 September 2014
Saya ingin berbagi surat yang sangat berarti bagi saya, yang diposting di situs web saya sebagai tanggapan atas blog terakhir saya . Carol menulis surat ini untuk para dokter, tetapi surat ini juga berlaku bagi kita semua; setiap orang yang bekerja setiap hari dalam sistem layanan kesehatan yang rusak ini dengan harapan dapat membantu orang lain, terlepas dari segala kesulitan. Menjadi seorang tenaga kesehatan profesional tidak pernah sesulit ini, dan saya tidak pernah merasa lebih bangga lagi karena termasuk di antara orang-orang yang memilih pekerjaan ini. Kita adalah apa yang benar dalam sistem ini. Mungkin suatu hari nanti kita dapat membangun sistem yang benar-benar layak bagi pasien kita dan bagi kita semua.
Cinta,
RACHEL
Rachel yang terhormat dan semua Dokter lainnya,
Hati saya sakit membaca tentang bagaimana Anda, para dokter yang peduli dan cerdas, telah disapu bersih oleh sistem dan hati Anda yang lembut dikeraskan oleh protokol yang berlaku. Namun, Anda tetap hadir, peduli pada kami, dan memberi kami semua yang Anda miliki dengan harapan kami akan kesembuhan. Betapa besarnya anugerah ini, mengingat apa yang harus Anda tanggung secara pribadi di dalam hati untuk mengejar panggilan Anda. Saya telah menemukan bahwa dokter yang benar-benar peduli dapat menerangi pasien, dengan harapan hanya melalui sentuhan dan kepedulian mereka. Orang sakit yang ketakutan memiliki seseorang yang akan mendengarkan dan mempercayai mereka. Saya telah membaca kisah-kisah indah tentang para dokter yang berdoa untuk pasien mereka, bukan karena mereka tidak ingin dituntut atau kehilangan teman, tetapi karena mereka percaya pada hubungan mereka dengan kekuatan yang lebih tinggi yang dianugerahkan kepada mereka dan yang juga ada pada pasien.
Dalam beberapa karya sebelumnya, Rachel menyebutkan sesuatu yang ditulis oleh seorang mahasiswa kedokteran muda dan saya yakin hal ini ada di dalam hati Anda semua dan Anda akan menemukan cara untuk menyimpannya di sana dan tidak membiarkan cara-cara konvensional merugikan Anda:
“Semoga kau menemukan dalam diriku Bunda Dunia.
Semoga hatiku menjadi hati seorang ibu, dan tanganku menjadi tangan seorang ibu.
Semoga tanggapanku terhadap penderitaanmu menjadi tanggapan seorang ibu terhadap penderitaanmu.
Bolehkah aku duduk bersamamu dalam kegelapan, seperti seorang ibu yang duduk dalam kegelapan.
Semoga kamu tahu melalui hubungan kita bahwa ada sesuatu di dunia ini yang dapat dipercaya.”
Terima kasih atas karunia-karunia-Mu yang luar biasa. Aku takkan hidup hari ini jika bukan karena-Mu, pelatihan-Mu, kepedulian-Mu, dan semangat-Mu saat Engkau mendengarkan, menguji, dan membantuku untuk terus maju. Terima kasih atas semua nyawa yang telah Engkau selamatkan dan atas semua air mata yang telah Engkau tangisi bagi mereka yang tak dapat Engkau selamatkan. Karena Engkau masih hadir saat panggilan itu datang. Semoga Engkau diberkati dengan limpah.
Dari CAROL
COMMUNITY REFLECTIONS
SHARE YOUR REFLECTION
1 PAST RESPONSES
Thank you to all those working in the medical field, especially today.