Ketika kita dapat memanfaatkan kemanisan itu, maka kita dapat bertahan dengan kegelapan dan cahaya, dengan keburukan dunia dan keajaiban dunia, tanpa perlu menyingkirkan yang satu untuk mewujudkan dan menikmati yang lain. Kita tidak dapat, bahkan jika kita menginginkannya, kita tidak dapat memutuskan bahwa hidup hanya akan menjadi cahaya. Jadi, untuk memahami bahwa semua hal yang berlawanan saling melengkapi, dan bahwa kita membutuhkan kegelapan untuk dapat melihat cahaya sejak awal. Setidaknya itulah yang sedang saya upayakan dalam hidup saya. Setiap kali saya terlalu banyak beralih ke satu sisi, saya mencoba untuk membawa diri saya kembali dan saya pikir itu adalah bagian dari perjalanan kita hari ini, yang harus kita jelajahi.
COMMUNITY REFLECTIONS
SHARE YOUR REFLECTION
2 PAST RESPONSES
As a scientist and spiritual seeker who has suffered through many bouts of clinical depression and dark nights of the soul, I resonate deeply here. It is the reason I refer to myself as “anonemoose monk”. }:- a.m.
Thank you Fabiana for light in the darkness, for reminding us to pause and see and feel awe while we acknowledge the sweetness in the middle of the monstrous and miraculous ♡