Kecerdasan Wesley tidak dapat diprediksi. Ia memiliki dua orang putri bersamanya, di stasiun kereta itu, dan ia masih bersedia mengorbankan hidupnya sendiri untuk orang yang sama sekali tidak dikenalnya di rel kereta. Itu bukanlah hasil dari sesuatu yang klise, melainkan momen keindahan yang muncul dari serangkaian interkoneksi yang kompleks dalam ekologi batinnya. Bagaimana kita belajar untuk menghargai kecerdasan mendalam yang sudah ada dalam diri kita semua? Bagaimana kita belajar untuk memadukannya dengan kekuatan komputasi yang mengagumkan, data besar yang sangat besar, dan algoritma canggih yang kini tersedia bagi kita? Yang terpenting, bagaimana kita memastikan bahwa kita memimpin dengan cinta seperti ini? Bagaimana kita memastikan bahwa alih-alih mencoba mendominasi alam, kita benar-benar bekerja sama dengan kemunculannya?Saya pikir itulah undangannya -- untuk mengajukan semua pertanyaan ini, dan menyusun narasi baru.
Pada akhirnya, jika kita terjebak antara pilihan ABC atau D, saya harap algoritma kita selalu mengarahkan kita pada cinta.
COMMUNITY REFLECTIONS
SHARE YOUR REFLECTION
2 PAST RESPONSES
Really interesting look at humanity, machines, and how we interact. Thanks for sharing good insights and lots of food for thought.
Ah, beautiful indeed. Sharing but I suspect that maybe only the "nerds" & "geeks" out there will truly appreciate? };-) ❤️