Tujuh tahun yang lalu minggu ini, David Foster Wallace berpendapat bahwa "belajar cara berpikir benar-benar berarti belajar cara mengendalikan cara dan apa yang Anda pikirkan." Namun, di era sensasionalisme yang tiada henti, pseudosains, dan perlombaan tanpa henti untuk mencari jalan pintas, jawaban cepat, dan peluru ajaib, mengetahui apa yang harus dipikirkan tampaknya semakin menantang. Kami menemukan alat seperti The Baloney Detection Kit dan membuat animasi yang luar biasa untuk mengajarkan anak-anak tentang berpikir kritis, tetapi seni berpikir kritis adalah kebiasaan yang membutuhkan pengembangan yang cermat dan konsisten. Dalam esainya yang luar biasa berjudul "The Burden of Skepticism," yang awalnya diterbitkan dalam edisi Musim Gugur 1987 dari Skeptical Inquirer, Carl Sagan — yang selalu menjadi penjelas yang fasih dan bersemangat — menangkap dualitas dan keseimbangan osmotik dari berpikir kritis dengan indah:
"Menurut saya, yang dibutuhkan adalah keseimbangan yang sangat baik antara dua kebutuhan yang saling bertentangan: pengamatan yang paling skeptis terhadap semua hipotesis yang disajikan kepada kita dan pada saat yang sama keterbukaan yang besar terhadap ide-ide baru. Jelas kedua cara berpikir itu saling bertentangan. Namun, jika Anda hanya mampu menjalankan salah satu dari cara berpikir ini, apa pun itu, Anda berada dalam masalah besar.
Jika Anda hanya bersikap skeptis, maka tidak ada ide baru yang akan sampai kepada Anda. Anda tidak akan pernah belajar sesuatu yang baru. Anda akan menjadi orang tua yang pemarah dan yakin bahwa omong kosong sedang menguasai dunia. (Tentu saja, ada banyak data yang mendukung Anda.) Namun, kadang-kadang, mungkin sekali dalam seratus kasus, sebuah ide baru ternyata tepat sasaran, valid, dan luar biasa. Jika Anda terlalu terbiasa bersikap skeptis terhadap segala hal, Anda akan kehilangan atau membencinya, dan dengan cara apa pun Anda akan menghalangi pemahaman dan kemajuan.
Sebaliknya, jika Anda mudah tertipu dan tidak memiliki sedikit pun rasa skeptis, maka Anda tidak dapat membedakan yang bermanfaat dari yang tidak berharga. Jika semua ide memiliki validitas yang sama, maka Anda tersesat, karena menurut saya, tidak ada ide yang memiliki validitas sama sekali.
Beberapa ide lebih baik daripada yang lain. Mekanisme untuk membedakannya merupakan alat penting dalam menghadapi dunia dan khususnya dalam menghadapi masa depan. Dan justru perpaduan kedua cara berpikir inilah yang menjadi pusat keberhasilan sains."
Berikut ini adalah tambahan yang sangat bagus untuk definisi sains yang terkenal ini.
COMMUNITY REFLECTIONS
SHARE YOUR REFLECTION
3 PAST RESPONSES
when I said 'sick' I mean a bad feeling my friends hid in G+.
I can explain another story when I had two people who worked my store they were different clans but same community. So in msn I was chatting two of online one talked bad about the other one and I agreed then the other one talked and I greed yet two of them thought I belong to one's. So if you again look the first version of the story and the last one you can know it was meant immediate actions.
Anyway, it was great you suggested in today's dailygood though I would like friends of that community to ask and see their points. When I saw some people talking Hitler I could call myself Hitler. And some people would feel hurt. I recently learnt his history. It is like that.
Though that we talked, What I don't like is what people I socialized perceived about me. I am very sure it must made them sick but I didn't know but I sensed something was incorrect when one praised a divine. So I lacked sobriety and I didn't know that the buddy knew something about woman who spoke up. But I tell you I know it could hurt innocent people's but you have to follow the facts that I explained last week. That art was though of ten minutes on desktop and what it says except the money was meant immediate actions. Yes some sort of the story was circulated but those statements were not in me. It is very hard someone not an artist can think that.
So you need to understand the theory as wise and not come as a cranky. I really couldn't know where enmity came from when you send me frightening dailygood. If you could say that something was disgusting I could have solved and cleanness would have worked. You know, I am honesty.
This beautiful article by Carl Sagan gives us a new insight into the pattern of human thinking.
Yours Sincerely
Muralikrishna.P.