Back to Stories

Tiga Cara Mengejutkan Untuk Merasa Tidak Sibuk

Kesibukan itu menyebalkan.

Meskipun orang-orang selalu mengatakan kepada saya bahwa mereka suka merasa sibuk—mungkin karena hal itu membuat mereka merasa penting dan berarti—saya tidak mempercayainya. Apakah Anda akan memilih kesibukan daripada bentuk produktivitas yang lebih santai? Ketika hidup mulai terasa sibuk, berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi rasa kewalahan.

1. Beri diri Anda sedikit rasa kagum

Ketika peneliti menimbulkan rasa kagum pada orang-orang—dengan menunjukkan klip video orang-orang di samping benda-benda besar seperti paus atau air terjun—hal itu mengubah persepsi mereka tentang waktu sehingga orang-orang merasa memiliki lebih banyak waktu luang. Bahkan, orang-orang yang terpesona cenderung menyumbangkan waktu mereka dengan menjadi relawan untuk membantu seseorang. Mereka juga melaporkan lebih sedikit perasaan tidak sabar.

Tidak yakin di mana menemukan rasa kagum? Tidak perlu mencari lebih jauh dari YouTube. Coba cari "awe" dan "whales," atau tonton klip video jadul tapi bagus ini —setiap kali saya menontonnya, saya selalu merasa kagum. Jika konsep "awe" terasa terlalu abstrak, cobalah pikirkan hal-hal yang membuat Anda takjub. Apa yang membuat Anda merasa kagum seperti anak kecil? Membuat Anda merasa terangkat atau terinspirasi? Sekarang luangkan waktu lima menit untuk membiarkan salah satu hal itu bekerja dengan ajaib di otak Anda yang sibuk.

2. Ciptakan ritual anti-kesibukan

Kartunis Gemma Correll

Para peneliti percaya bahwa otak manusia dan hewan berevolusi untuk merasa tenang melalui perilaku berulang, dan bahwa ritual harian kita adalah cara utama untuk mengelola stres. Hal ini terutama berlaku dalam lingkungan atau situasi yang tidak dapat diprediksi, di mana kita merasa tertekan, kurang kendali, atau terancam dalam beberapa hal.

Ketika ritme kehidupan terasa berjalan lambat tanpa Anda, ciptakan ritual untuk membantu Anda merasa lebih terkendali. Apa yang termasuk ritual? Sesuatu yang Anda lakukan berulang-ulang dalam situasi tertentu—biasanya serangkaian perilaku yang dilakukan dalam urutan yang sama. Pikirkan ritual sebelum pertandingan pemain bola favorit Anda.

Ketika saya mulai merasa tertekan karena keterbatasan waktu, "ritual kesibukan" saya sendiri pun dimulai: Saya meregangkan leher (pertama-tama dengan melihat ke kiri, lalu ke kanan, lalu mendekatkan telinga kiri ke bahu kiri dan telinga kanan ke bahu kanan). Saya mengembuskan napas dalam-dalam setiap kali meregangkan leher, lalu memusatkan kepala, dan meluruskan postur tubuh. Pada hembusan napas terakhir, saya berpikir: "Saya masih punya banyak waktu." Peregangan dan pernapasan dalam mungkin membantu saya merasa tenang, tetapi memiliki dan menggunakan ritual —ritual apa pun—juga dapat membantu kita merasa lebih terkendali dan tidak terlalu kewalahan.

3. Temukan “aliran”

Berada dalam "zona" atau menemukan alur adalah kebalikan dari merasa sibuk. Waktu seakan berhenti—jika kita menyadari waktu. Aliran bukanlah kondisi yang sulit dipahami seperti yang Anda kira, tetapi aliran mengharuskan kita untuk berhenti mengerjakan banyak tugas sekaligus , dan membangun benteng terhadap gangguan di sekitar diri kita. (Saya juga memiliki ritual "masuk ke dalam aliran" yang saya gunakan sebelum menulis).

Saya tahu, saya tahu. Anda tidak punya waktu untuk menumbuhkan rasa kagum, atau menciptakan ritual anti-kesibukan, atau berhenti mengerjakan banyak tugas sekaligus. Anda terlalu sibuk!

Dengarkan: Anda tidak punya waktu untuk TIDAK melakukan hal-hal ini. Kesibukan adalah tanda dari apa yang disebut oleh para ahli saraf sebagai "kelebihan kognitif." Keadaan ini mengganggu kemampuan kita untuk berpikir kreatif, merencanakan, mengatur, berinovasi, memecahkan masalah, membuat keputusan, menahan godaan, mempelajari hal-hal baru dengan mudah, berbicara dengan lancar, mengingat informasi sosial yang penting, dan mengendalikan emosi kita. Dengan kata lain, hal ini pada dasarnya mengganggu semua hal yang perlu kita lakukan dalam sehari. Jadi, jika Anda memiliki pekerjaan penting yang harus dilakukan, silakan: Luangkan waktu lima menit untuk mengurangi kesibukan Anda.

***

Jika Anda menyukai postingan ini, Anda akan menyukai film dokumenter pendek dan lucu ini, HumanKinda . Asumsinya adalah bahwa kesibukan merampas kemanusiaan kita, membuat kita hanya "sedikit" menjadi manusia.

Share this story:

COMMUNITY REFLECTIONS

3 PAST RESPONSES

User avatar
Judy Jun 21, 2016

I totally agree. Busy is certainly much better than idleness.

User avatar
Pam/Peejakers Mar 11, 2016

But, you know, some people do actually like to feel busy. The adrenaline rush of a fast pace can be an antidote to boredom in certain kinds of work & makes time seem to pass faster.

User avatar
Virginia Reeves Mar 11, 2016

Christine - I have little rituals and when I focus I get into flow. I really like the idea of getting awed by something bigger, funnier, happier, or whatever. Thanks for that tip.